Maggot Therapy dan Perawatan Luka Modern

Luka diabetes merupakan masalah besar yang harus diatasi setiap penderitanya. Perawatan luka diabetes sebenarnya memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan kualits hidup, motivasi, percepatan penyembuhan, mengurangi biaya perawatan yang mahal, mengurangi resiko amputasi ataupun infeksi. Pada penderita diabetes, fungsi persyarafan tepi dan pembuluh darah rawan mengalami kerusakan. Akibatnya jika mengalami luka bahkan tidak terasa sama sekali bagian tubuh sedang mengalami luka tersebut akibat kerusakan fungsi persyarafan. Belum lagi rusaknya pembuluh darah sekitar yang akan memperlama proses penyembuhanluka.

Maggot Therapy
Sekian banyak pusat diabetes dan perawatan khusunya diabetes di dunia untuk menemukan metode paling pas dan efisien untuk perawatan luka. Selain balutan modern, terapi lain seperti Maggot Therapy kian menjadi pembicaraan.

Maggot Therapy/ Maggot Debridement Therapy merupakan terapi menggunakan larva belatung (Green Bottle Fly/ Lucilia sericata) untuk mengangkat jaringan mati seperti slough, nanah yang mengering, nekrotik dll tanpa membuat jaringan sehat terserang. Larva ini dikembangkan dan dijaga pada kondisi tertentu agar larva tetap dalam kondisi steril.

Prosedur Pelaksanaan Maggot Therapy
Kulit disekitar permukaan luka yang sehat di batasi dan dilapisi dengan balutan hidrokoloid. Hal ini dilakukan untuk mencegah enzim proteolitik dari belatung yang mampu merusak jaringan sekitar khusunya jaringan yang sehat. Kemudian, Larva ditempatkan pada luka dan ditutup dengan net/jaring-jaring khusus agar larva tidak keluar dari luka yang diterapi. Kemudian larva dan net tersebut dibalut dengan kassa lembab yang diganti setiap sehari sekali untuk mencegah kondisi luka kering. Kassa yang lembab ini dianjurkan untuk diganti setiap hari.

Penggantian larva ini dilakukan seminggu sekali setelah larva dewasa diangkat menggunakan pinset dan juga diguyur dengan larutan NACL 0,9%. Penggunaan larva ini dapat digunakan hingga luka memasuki fase granulasi. Setelah memasuki fase ini, terapi menggunakan larva dihentikan dan beralih menggunakan balutan modern yang sesuai.

Indikasi Penggunaan
Pada tahun 2004, US Food Drug Administration mulai memberikan ijin penggunaan larva belatung ini untuk digunakan pada luka nekrotik, gangeren, ulkus vena, ulkus kaki neuropatik, ataupun luka pasca bedah non penyembuhan.

Cara Larva Bekerja pada Luka
Pertama, debridemen atau pengangkatan jaringan mati. Dengan adanya enzim proteolitik yang dikeluarkan oleh larva, jaringan mati /nekrotik yang terangkat lebih akurat dan menyesuaikan dengan bentuk luka daripada pembedahan karena menjangkau daerah-daerah yang lebih sempit. Selain itu, larva ini dapat menyerap pus/nanah, infeksi, cairan dll pada luka.

Kedua, pencucian luka. Pencucian luka disini berkaitan dengan cairan yang digunakan untuk mencuci luka khusunya pada luka yang telah terpapar infeksi. Beberapa mikroorganisme penyebab infeksi pada luka mengalami resisten (kebal/tak mempan) akan antibiotik tertentu. Tentunya jika tidak teratasi, infeksi akan menyebar ke seluruh tubuh.

Pada awal tahun 1957, faktor antibiotik tertentu ditemukan pada enzim larva belatung dan diterbitkan dalam jurnal Nature.Secretions diyakini memiliki spektrum luas aktivitas antimikroba termasuk allantoin, urea, asam fenilasetat, phenylacetaldehyde, kalsium karbonat, enzim proteolitik, dan banyak lainnya. Bakteri tidak dibunuh oleh sekresi ini kemudian tertelan dan segaris dalam belatung.

Source :

Knowles Et all. 2002. Management of a diabetic foot ulcer using larval therapy. US: worldwidewounds.com.

Image :
http://www.worldwidewounds.com/
http://www.btmcl.com/eng/

Leave a Comment