Luka Anda Lama Sembuh? Ini Dia yang Faktor Mempengaruhi

Luka pada sendirinya dapat sembuh. Luka akan lebih lama proses penyembuhannya jika mengalami kegagalan akibat faktor penghambat luka sehingga sulit sembuh. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka tersebut dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu faktor lokal dan faktor umum.

Faktor Lokal

Faktor lokal merupakan faktor yang dapat mendukung penyembuhan luka atau bahkan memperlama penyembuhan luka. Adapun faktor lokal yang mempengaruhi penyembuhan luka diantaranya sebagai berikut.

Hidrasi Luka

Hidrasi luka dikaitkan dengan kondisi kelembabapan luka. Dimana kondisi luka yang lembab, tidak terlalu basah ataupun kering dapat mendukung penyembuhan luka. Luka yang terlalu kering dapat menyebabkan luka membentuk jaringan ikat yang mengeras, membentuk keropeng kering.

Sementara luka yang terlalu basah justeru menyebabkan sel sehat yang seharusnya tumbuh menjadi terbuang ataupun rusak.

Penanganan Luka

Penanganan luka yang tepat dapat mempercepat penyembuhan luka, sebaliknya penanganan luka yang sembarangan justeru menghambat penyembuhan luka. Penting adanya spesialis luka yang mengerti betul kondisi luka anda dan kebutuhan perawatan yang sesuai dengan luka anda. Kebersihan luka, kumpulan lemak dan kotoran pada sekitar luka penting sekali diperhatikan dan selalu dibersihkan dengan baik. Pemilihan jenis cairan untuk mencuci luka serta balutan yang sesuai juga mempengaruhi penyembuhan luka anda.

Temperatur Luka

Proses pembelahan sel untuk penyembuhan luka dapat optimal pada temperatur yang stabil (37o C) dimana dapat meningkatkan proses pembelahan sel secara mitosis 108% pada luka. Oleh sebab itu, penggantian balutan dan mencuci luka dianjurkan pada kondisi hangat.

Tekanan dan Gesekan

Tekanan dan gesekan balutan penting untuk diperhatikan. Gesekan dan tekanan yang terlalu kencang pada luka seringkali mennyebabkan sumbatan dan kerusakan pembuluh darah yang sangat tipis. Selain itu tekanan yang terlalu kencang dapat menyebabkan hambatan aliran darah yang akan berujung pada kematian jaringan.

Benda Asing

Adanya benda asing pada luka dapat menghalangi proses pertumbuhan jaringan baru, atau dapat pula menyebabkan komplikasi infeksi. Benda asing yang biasanya ditemukan pada luka seperti jaringan mati, sisa jahitan, kotoran, rambut, sisa kassa, kapas, serta adanya bakteri. Benda asing tersebut harus segera disingkirkan agar luka segera menutup.

Faktor Umum

Faktor umum merupakan faktor internal yang dapat menghambat penyembuhan luka. Bahkan, faktor umum jika tidak diperhatikan dengan baik akan mengubah luka yang tadinya akut menjadi luka kronik.

Usia

Lanjut usia pastinya mengalami penurunan fungsi tubuh termasuk diantaranya kemampuan sel tubuh untuk melakukan penyembuhan luka. Akibatnya pada lansia luka penyembuhannya lebih lambat. Selain itu kondisi luka yang kering, keriput, dan tipis lebih sering mengalami luka karena gesekan dan tekanan.

Penyakit Penyerta

Penyakit penyerta seperti diabtes meilitus, jantung, masalah ginjal, gangguan pembuluh darah dapat memperlama penyembuhan luka. Pasalnya kondisi tersebut memperberat kerja sel dalam memperbaiki luka sehingga penting adanya kolaborasi dan terapi untuk penyakit tersebut untuk mengatasi penyulit penyembuhan. Pada diabetes meilitus, kadar gula darah yang tinggi melambatkan aliran darah menuju sel-sel, gagal jantung juga memperlambat aliran darah, serta gangguan ginjal dapat banyaknya cairan instra sel menghambat pertumbuhan sel baru.

Peredaran Darah

Fungsi peredaran darah dan pembuluh darah yang baik mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi hingga sel yang paling ujung. Sumbatan pada pembuluh darah arteri dapat menurunkan oksigen, nutrisi ke sel yang mendukung penyembuhan luka.

Nutrisi

Asupan nutrisi penting sekali untuk penyembuhan luka. Sebaliknya, nutrisi yang buruk dapat menghambat penyembuhan luka yang dapat berujung menjadi infeksi.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, A, B Kompleks, D, K, E, zink, besi, magnesium dan air.

Kegemukan

Kegemukan atau obesitas menghambat penyembuhan luka, khususnya luka dengan tipe primer (adanya jahitan). Pada kegemukan, timbunan lemak tidak memiliki banyak pembuluh darah. Sebaliknya lemak berlebihan dapat mempengaruhi aliran darah ke sel.

Status Psikologis

Kecemasan, stres, dan depresi dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh sehingga penyembuhan luka terhambat.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi khusunya pada kanker tidak hanya merusak sel kanker saja, namun dapat merusak sel-sel disekitarnya. Efek yang dapat dijumpai sperti kulit rentan, kemerahan, ataupun panas pada sekitar luka.

Konsumsi  Obat

Beberapa obat yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka seperti non steroid anti inflamation drug/NSAID (menghambat sintesis prostaglandin), sitotoksik (merusak sel sehat), kortikoseroid (menekan fungsi sel darah merah dan pertumbuhan sel), imunosupresan (menurunkan kinerja sel darah putih, penisilin (menghambat kolagen untuk berikatan/resistensi bakteri pada luka).

Leave a Comment