Empat Cara Ampuh Agar Penderita Diabetes Tidak Mengalami Luka

Luka ataupun ulkus pada penderita diabetes memang menjadi perhatian utama pada penderita diabetes. Pasalnya, turunnya aliran oksigen, nutrusi dan penuruanan fungsi persyarafan membuat luka diabetes ini kian lama proses penyembuhannya. Alih-alih sembuh, bisa saja terjadi infeksi serius yang berujung amputasi atau bahkan kematian penderitanya.

Pasien penderita diabetes sangatlah rentan mengalami luka serius dimana dapat berawal dari luka tak kasat mata seperti goresan, terbentur benda, terjatuh ataupun akibat gigitan nyamuk yang digaruk. Komplikasi luka diabetes ini dapat diperkirakan hingga 50% penderita diabetes. Perlu anda ketahui juga bahwa European Journal of Vascular & Endovascular Surgery menjelaskan bahwa lebih dari 85% penderita diabetes mengalami luka baik yang ringan (ulkus) ataupun berat (gangren).

Data di Ruang Perawatan Penyakit Dalam RS Ciptomangunkusumo tahun 2007 menunjukan, dari 111 pasien diabetes yang dirawat dengan masalah kaki diabetik, angka amputasi mencapai 35%, terdiri atas 30% amputasi mayor dan 70% amputasi minor. Jumlah angka kematian akibat amputasi tersebut sekitar 15%. Sayangnya, data 2010-2011 justru memperlihatkan peningkatan angka amputasi menjadi 54%. Sebagian besar merupakan amputasi minor, yakni bagian bawah pergelangan kaki sebanyak 64,7%, dan  amputasi mayor sejumlah 35,3%.

Berikut ini merupakan 4 cara yang dapat diparktekkan agar penderita diabetes agar tidak berujung pada ulkus, gangren ataupun amputasi.

Update Informasi dan Kondisi

Anda dianjurkan untuk selalu memantau terkait kondisi diabetes anda. Pemantauan dapat dilakukan dengan pemeriksaan gula darah berkala, memeriksa kondisi kaki, menggunakan alas kaki yang tidak terlalu sempit, ataupun memeriksa terjadinya luka sekecil apapun. Selain itu, anda juga update informasi terkini seputar pencegahan ulkus diabetes seperti senam kaki diabetes, spa kaki diabetes, pengaturan pola makan, dan olahraga.

Perawatan Kuku dan Kulit

Mengingat penderita diabetes mengalami penurunan di fungsi persyarafan, bagian tubuh khususnya kulit sering mengalami kering dan penurunan elastisitas kulit. Tak jarang, penurunan elastisitas ini membentuk kalus yang dapat membentuk luka jika tidak ditangani. Selain perawatan kulit, kuku juga perlu di rawat dengan baik. Apabila kuku tidak diperhatikan dan dirawat, akan memicu bakteri dan jamur mengendap di area sekitar kuku. Jika kuku masuk ke dalam jaringan atau tertusuk ke dalam, niscaya hal ini akan menjadi awal terjadinya ulkus. Maka dari itu penting dilaksanakannya perawatan kuku semisal SPA Kaki diabetes

Menggunakan Alas Kaki

Alas kaki termasuk salah satu cara mencegah terjadinya luka pada pasien diabetes. Luka kecil di kaki seringkali tidak dapat dirasakan penderita dengan baik akibat menurunnya fungsi syaraf di sekitar kaki. Penderita seringkali tak sadar jika kakinya telah terluka, menginjak benda tajam, lecet dll. Sebagian sadar saat luka kian membesar dan tak kunjung sembuh.

Melakukan Perawatan Luka

Jika luka telah terjadi, tiada lain selain perawatan luka oleh spesialis luka yang anda butuhkan. Seringkali jika dirawat sendiri di rumah dan tidak yakin, luka dabetes akan sulit bahkan gagal untuk disembuhkan. Penyebab kegagalan diantaranya komplikasi ke area tulang, perubahan susunan tulang, menurunnya peredaran darah pada luka serta infeksi yang sangat sulit ditangani. Untuk itu, penting sekali dalam mengkonsultasikan luka anda ke spesialis luka.

Sumber  :

Anonymous. 2018. Four Keys to Preventing Diabetic Foot Ulcers. Advance Tissue

Anonymous. 2011. Neuropati Diabetik Menyerang Lebih Dari 50% Penderita Diabetes. Jakarta : PD PERSI

Brownring et all. 2013. Evidence-based Management of PAD & the Diabetic Foot. Europe: European Society for Vascular Surgery

Leave a Comment