Nutrisi dan Penyembuhan Luka Diabetes

Nutrisi merupakan faktor penting didalam proses penyembuhan luka. Tidak  cukup hanya dengan perawatan luka, optimalisasi penyembuhan luka memerlukan nutrisi pada tiap tahapan penyembuhan luka. Penyembuhan luka memerlukan protein, lemak, karbohidrat dll untuk menunjang penyembuhan luka khususnya luka diabetes.

Protein

Protein dalam makanan dapat berfungsi sebagai pembentukan imunitas/kekebalan, pembentukan kolagen, aktivasi sel darah putih sebagai bagian dari pertahanan tubuh, membentuk kolagen dan remodeling luka. Kebutuhan protein ini berkisar 1,0-1,5 g/kg berat badan dalam waktu 24 Jam. Protein contohnya dapat ditemukan di putih telur, ikan patin, ikan lele, daging, keju dll.

Lemak

Lemak berfungsi untuk membentuk dan stabilisasi dinding sel baru, inflamasi dan cadangan energi. Lemak dibutuhkan 1%-2% Kcal dimana dapat ditemukan pada kacang, minyak, susu, ataupun ikan yang berminyak.

Karbohidrat

Karbohidrat dapat berfungsi sebagai energi pada limfosit (Sel darah beperan sebagai sistem imun), makrofag, pemisahan protein, produksi laktat, dan pembentukan sel darah baru. Kebutuhan karbohiodrat berkisar 35-40 kcal/kg/BB/24 Jam. Dapat ditemukan pada beras merah, gandum, kentang, ubi, singkong, roti dll.

Vitamin A

Berperan dalam pembentukan jaringan epitel, penutupan luka, respon peradangan, pembentukan pembuluh darah baru, dan kolagen. Kebutuhan vitamin A 750g . Vitamin A ditemukan pada wortel, bayam, brokoli, melon dll.

Vitamin B

Memicu pembentukan enzim, repon imun, sintesis protein, lemak, dan karbohidrat. Kebutuhan vitamin B 3 mg. Vitamin B dapat ditemukan pada daging, susu, ataupun ikan.

Vitamin C

Menjaga keutuhan dinding pembuluh darah, fungsi imun, antioksidan, dan sintesis kolagen. Dibutuhkan 100-1000 mg. Ditemukan pada sayur dan buah-buahan.

Vitamin E

Berperan sebagai antioksidan. Ditemukan pada minyak sayur, telur, ataupun sereal.

Zat Besi

Pembentuk kolagen, transportasi oksigen, dan fungsi imunitas. Kebutuhan berkisar 20-30mg. Ditemukan pada daging, telur dll.

Zink

Pembentukan kolagen, sintesis protein, menjaga stabilisasi memberan sel, dan pertahanan tubuh. Dapat ditemukan pada daging, keju dll dan dibutuhkan sektar 15-30mg.

 

 

Sumber :

Arisanty, Irma P. 2011. Konsep Dasar Manajemen Perawatan Luka. Jakarta: EGC

Nutrisi Super untuk Penyembuhan Luka

Nutrisi merupakan aspek penting dalam kehidupan. Nutrisi dapat beperan dalam penyediaan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya. Nutrisi juga faktor yang dapat mempercepat penyembuhan luka.  Saat mengkonsumsi  buah atau sayuran tertentu  dapat membantu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan proses pembentukan jaringan baru, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Berikut ini beberapa makanan super yang dapat anda konsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka anda.

Tomat

Tomat memiliki kandungan lycopene dimana berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan lycopene dalam tomat dapat melindungi tubuh dari oksidasi yang merusak jaringan, serta berperan dalam membangun sistem imunitas pertahanan tubuh yang baik.

Oleh karena itu, tomat juga memiliki peranan penting khusunya dalam megurangi resiko infeksi pada luka.

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran dimana mengandung phytonutrien. Menurut National Institute of Health, kandungan tersebut dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi imunitas. Selain itu kandungan vitamin C pada brokoli berperan dalam perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan.

Kedelai

Nutrisi lain yang penting dikonsumsi untuk penyembuhan luka terdapat pada kedelai. Kedelai memiliki kandungan vitamin A, C, D,E, K dimana menyehatkan fungsi pencernaan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan kulit. Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baik untuk pembentukan jaringan baru.

Kacang Hitam (Black Beans)

Kacang hitam (Black Beans) merupakan makanan super untuk  penyembuhan luka. Menurut U.S Departement of Agriculture, ½ sendok kacang hitam mengandung 8 gram protein.

Selain itu, kacang hitam juga memiliki kadar garam dan lemak yang rendah. Kandungan protein yang tinggi ini, sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan jaringan baru.

 

Source:  advancetissue.com

Luka Anda Lama Sembuh? Ini Dia yang Faktor Mempengaruhi

Luka pada sendirinya dapat sembuh. Luka akan lebih lama proses penyembuhannya jika mengalami kegagalan akibat faktor penghambat luka sehingga sulit sembuh. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka tersebut dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu faktor lokal dan faktor umum.

Faktor Lokal

Faktor lokal merupakan faktor yang dapat mendukung penyembuhan luka atau bahkan memperlama penyembuhan luka. Adapun faktor lokal yang mempengaruhi penyembuhan luka diantaranya sebagai berikut.

Hidrasi Luka

Hidrasi luka dikaitkan dengan kondisi kelembabapan luka. Dimana kondisi luka yang lembab, tidak terlalu basah ataupun kering dapat mendukung penyembuhan luka. Luka yang terlalu kering dapat menyebabkan luka membentuk jaringan ikat yang mengeras, membentuk keropeng kering.

Sementara luka yang terlalu basah justeru menyebabkan sel sehat yang seharusnya tumbuh menjadi terbuang ataupun rusak.

Penanganan Luka

Penanganan luka yang tepat dapat mempercepat penyembuhan luka, sebaliknya penanganan luka yang sembarangan justeru menghambat penyembuhan luka. Penting adanya spesialis luka yang mengerti betul kondisi luka anda dan kebutuhan perawatan yang sesuai dengan luka anda. Kebersihan luka, kumpulan lemak dan kotoran pada sekitar luka penting sekali diperhatikan dan selalu dibersihkan dengan baik. Pemilihan jenis cairan untuk mencuci luka serta balutan yang sesuai juga mempengaruhi penyembuhan luka anda.

Temperatur Luka

Proses pembelahan sel untuk penyembuhan luka dapat optimal pada temperatur yang stabil (37o C) dimana dapat meningkatkan proses pembelahan sel secara mitosis 108% pada luka. Oleh sebab itu, penggantian balutan dan mencuci luka dianjurkan pada kondisi hangat.

Tekanan dan Gesekan

Tekanan dan gesekan balutan penting untuk diperhatikan. Gesekan dan tekanan yang terlalu kencang pada luka seringkali mennyebabkan sumbatan dan kerusakan pembuluh darah yang sangat tipis. Selain itu tekanan yang terlalu kencang dapat menyebabkan hambatan aliran darah yang akan berujung pada kematian jaringan.

Benda Asing

Adanya benda asing pada luka dapat menghalangi proses pertumbuhan jaringan baru, atau dapat pula menyebabkan komplikasi infeksi. Benda asing yang biasanya ditemukan pada luka seperti jaringan mati, sisa jahitan, kotoran, rambut, sisa kassa, kapas, serta adanya bakteri. Benda asing tersebut harus segera disingkirkan agar luka segera menutup.

Faktor Umum

Faktor umum merupakan faktor internal yang dapat menghambat penyembuhan luka. Bahkan, faktor umum jika tidak diperhatikan dengan baik akan mengubah luka yang tadinya akut menjadi luka kronik.

Usia

Lanjut usia pastinya mengalami penurunan fungsi tubuh termasuk diantaranya kemampuan sel tubuh untuk melakukan penyembuhan luka. Akibatnya pada lansia luka penyembuhannya lebih lambat. Selain itu kondisi luka yang kering, keriput, dan tipis lebih sering mengalami luka karena gesekan dan tekanan.

Penyakit Penyerta

Penyakit penyerta seperti diabtes meilitus, jantung, masalah ginjal, gangguan pembuluh darah dapat memperlama penyembuhan luka. Pasalnya kondisi tersebut memperberat kerja sel dalam memperbaiki luka sehingga penting adanya kolaborasi dan terapi untuk penyakit tersebut untuk mengatasi penyulit penyembuhan. Pada diabetes meilitus, kadar gula darah yang tinggi melambatkan aliran darah menuju sel-sel, gagal jantung juga memperlambat aliran darah, serta gangguan ginjal dapat banyaknya cairan instra sel menghambat pertumbuhan sel baru.

Peredaran Darah

Fungsi peredaran darah dan pembuluh darah yang baik mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi hingga sel yang paling ujung. Sumbatan pada pembuluh darah arteri dapat menurunkan oksigen, nutrisi ke sel yang mendukung penyembuhan luka.

Nutrisi

Asupan nutrisi penting sekali untuk penyembuhan luka. Sebaliknya, nutrisi yang buruk dapat menghambat penyembuhan luka yang dapat berujung menjadi infeksi.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, A, B Kompleks, D, K, E, zink, besi, magnesium dan air.

Kegemukan

Kegemukan atau obesitas menghambat penyembuhan luka, khususnya luka dengan tipe primer (adanya jahitan). Pada kegemukan, timbunan lemak tidak memiliki banyak pembuluh darah. Sebaliknya lemak berlebihan dapat mempengaruhi aliran darah ke sel.

Status Psikologis

Kecemasan, stres, dan depresi dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh sehingga penyembuhan luka terhambat.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi khusunya pada kanker tidak hanya merusak sel kanker saja, namun dapat merusak sel-sel disekitarnya. Efek yang dapat dijumpai sperti kulit rentan, kemerahan, ataupun panas pada sekitar luka.

Konsumsi  Obat

Beberapa obat yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka seperti non steroid anti inflamation drug/NSAID (menghambat sintesis prostaglandin), sitotoksik (merusak sel sehat), kortikoseroid (menekan fungsi sel darah merah dan pertumbuhan sel), imunosupresan (menurunkan kinerja sel darah putih, penisilin (menghambat kolagen untuk berikatan/resistensi bakteri pada luka).

Penasaran Bagaimana Proses Penyembuhan Luka? Ini Dia Tahapan dan Faktor yang Mempengaruhi

Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dinamis dengan perubahan lingkungan luka dan status kesehatan individu. Fisiologi dari penyembuhan luka yang normal adalah melalui 4 tahapan yaitu:

Hemostatis

Pada penyembuhan luka kerudakan pembuluh darah harus di tutup. Pada proses penyembuhan luka, paltelet atau keping darah akan bekerja menutup kerusakan pembuluh darah tersebut

Inflamasi

Pada fase penyembuhan kedua ini akan menampilkan, kemerahan, peningkatan suhu dan pembengkakkanyang sering memicu nyeri. Tahap ini biasanya terjadi hingga 4 hari sesudah injuries.

Poliferasi

fase granulasi berawal dari hari keempat sesudaah terjadi luka dan biasanya berlangsung hingga hari ke 21. Secara kasat mata ditandai oleh adanya jaringan yang berwarna merah pada dasar luka.

Remodeling

Setelah strukturdasar komplit mulialah finishing interior. Remodeling dapat membutuhkan waktu 2 tahun sesudah terjadinya  luka.

Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Vaskularisasi

Mempengaruhi penyembuhan karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk perbaikan sel.

Anemia

Memperlambat proses penyembuhanluka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup.

Usia

Kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan, kematangan usia seseorang

Nurtisi

Merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel terutama karena kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.

Obat obatan, merokok, stress dapat membpengaruhi penyembuhan luka

Cara Perawatan Luka di Rumah

Penyembuhan luka merupakan sebuah proses alami yang terjadi dalam kehidupan manusia. Pada umumnya, luka secara bertahap akan menutup dengan normal sesuai dengan tahapan   penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka selain itu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang dapat  mempengaruhi lama tidaknya penyembuhan luka seperti kelembapan luka, tidak terjadi infeksi serta perawatan luka secara berkala.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka   

  1. Oksigenasi ke area luka
  2. Infeksi
  3. Usia
  4. Stress
  5. Penyakit Lain pada Peredaran darah seperti : (Diabetes , Kolesterol dll)
  6. Kegemukan (Obesitas)
  7. Merokok
  8. Konsumsi Alkohol
  9. Nutrisi dan Gizi yang cukup

Bagaimana Cara Kita Agar Luka  Tidak Terinfeksi?

  1. Mencukupi diet Tinggi Karbohidrat Tinggi Protein
  2. Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar luka
  3. Berikan Balutan Sesuai Kondisi Luka
  4. Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan
  5. Tidak terkena air saat mandi atau membersihkan tubuh dengan air
  6. Menjaga Kebersihan Tubuh

Persiapan Alat

Air matang yang sudah dingin, kapas, kasa streril, plester, gunting, kantong plastik, dan NaCl 0,9%.

 

Langkah-Langkah:

  1. Atur posisi senyaman mungkin
  2. Siapkan alat yang diperlukan dan dekatkan dengan pasien.
  3. Keluarga yang akan melakukan ganti balutan mencuci tangan dengan sabun.
  4. Balutan lama dibuka dan dibuang ke kantong plastik

perawatan luka konvensional-advance tissue

Bersihkan Luka

  1. Cuci luka dengan kasa yang diberikan air matang dingin sebelumnya.
  2. Keringkan luka dengan kasa steril
  3. Jika luka masih basah, kompres luka dengan kasa yang diberi NaCl
  4. Tutup luka yang diikompres kasa   yang diberi NaCl dengan kasa kering
  5. Plester ataupun berikan balutan dengan verban ataupun perekat
  6. Cuci tangan anda setelah membalut luka

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Oleh Pasien

  1. Dibutuhkan kassa steril dan kering untuk jangka waktu tertentu
  2. Jaga jangan sampai luka tergesek-gesek oleh pakaian.
  3. Tetap jaga kelembapan luka
  4. Langsung hubungi spesialis luka jika tempat atau lokasi bekas luka terlihat membangkak, demam tinggi, nyeri hebat, dan pengeluaran nanah yang berlebih.

Olahraga Untuk Penyembuhan Luka Diabetes

Luka kecil pada penderita diabetes dapat menjadi luka kronik serius yang berbahaya. Para peneliti berupaya untuk meminimalkan dampak berkelanjutan dari luka diabetes agar tidak menjadi komplikasi yang lebih serius, mengurangi nyeri, serta harga perawatan yang begitu mahal. Para ahli mulai meneliti seperti penggunaan sepatu/sendal khusus, pemenuhan nutruisi yang menunjang penyembuhan luka serta olahraga.

 

Olahraga ringan kini mulai dibicarakan dan diteliti efektifitasnya khususnya untuk penyembuhan luka. Studi eksperimen terbaru yang dilaksanakan Keylock et all 2017 di Bowling Green State University, Bowling Green Ohio Amerika serikat menemukan bahwa luka yang terjadi pada tikus dewasa dimana diberikan aktifitas fisik ringan menunjukkan durasi penyembuhan lebih cepat (10 Hari) dibandingkan dengan tidak diberikan aktivitas (>14 Hari) dan diberikan olahraga berat (14 Hari).

Manfaat Olahraga Ringan

Olahraga ringan memiliki beberapa manfaat diantaranya menurunkan tekanan darah, gula darah, meningkatkan level energi dan keseimbangan untuk mencegah terjadinya jatuh. Olahraga ringan yang dilaksanakan secara teratur tidak akan menambah beban pikiran karena tubuh secara perlahan dapat beradaptasi secara perlahan.

Olahraga  Ringan untuk Penyembuhan Luka

Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, senam, ataupun yoga yang dilaksanakan teratur bermanfaat untuk penyembuhan luka. Seperti penelitian terhadap tikus yang dimaksud diatas, bahwa pada tikus yang diberikan latihan ringan lebih cepat sekitar 4 hari daripada yang tidak beraktivitas ataupun aktivitas yang berat.

Anjuran Olahraga Ringan

Olahraga ringan dianjurkan 30 menit sampai 2 jam menit sehari secara rutin dapat meningkatkan sirkulasi, peredarah darah, manurunkan tekanan darah, serta menurunkan gula darah. Beberapa manfaat yang dijelaskan ini tentunya sangat memberikan kontribusi khususnya pada tubuh untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka.

Source:

Keeping the Intensity Low for Diabetic Wound Healing. 2018. US: www.advancedtissue.com

Keylock T et all, 2017. Low-intensity Exercise Accelerates Wound Healing in Diabetic Mice. US: Wounds

7 Olahraga Ringan Ini dapat Bugarkan Kondisi Pasca Operasi Sesaria

Tubuh Anda akan banyak mengalami perubahan selama kehamilan. Perubahan postur, peningkatan berat badan, ligaments become relaxed making it easier to sustain injury. Setelah operasi Caesar ada beberapa perubahan bertahap untuk kembali seperti normal. Penting bagi Anda melakukan olahraga untuk mengembalikan tubuh Anda. Berikut beberapa latihan yang aman untuk dimulai pada hari ke-1 sampai ke-2 setelah operasi Sectio Sesaria.

Pelvic Floor Muscles (otot dasar panggul)

Latihan otot dasar panggul membantu menguatkan kandung kemih dan organ internal lain setelah mengalami prolapse selama kehamilan. Latihan ini juga membantu mengontrol kandung kemih dan fungsi pencernaan dan mencegah leakage of urine, wind, or faeces.
Walaupun Anda tidak melahirkan melalui vagina, latihan ini sangat penting untuk menguatkan otot-otot yang kendur selama kehamilan. Terdapat dua tipe gerakan di dalam latihan otot dasar panggul: gerakan otot kontraksi cepat untuk mencegah kelemahan otot ketika batuk, tertawa, ataupun bersin, gerakan otot lambat untuk menjaga kekuatan otot setiap hari.
a. Gerakan kontraksi otot lambat
1. Kencangkan otot-otot di sekitar bagian dubur Anda seolah-olah menghentikan angin yang lewat.
2. Kemudian angkat otot-otot ke atas seolah-olah menghentikan buang air kecil.
Sekarang tahan. Sebagai permulaann Anda dapat menahan selama 2 detik, kemudian tingkatkan intensitasnya hingga 10 detik.
3. Ulangi 10 kali.
b. Gerakan kontraksi otot cepat
1. Kencangkan dan angkat otot seperti di atas, sekuat dan kencang mungkin. Lalu rileks.
2. Catat berapa lama yang dapat Anda lakukan. Target hingga mencapai 10 detik, awalnya Anda bisa mencapai 4 atau 5 detik sebelum otot, otot akan semakin kuat dengan latihan.
3. Jika ini tidak nyaman awalnya maka lakukan angkat lembut dan lepaskan, ulangi sebanyak 10 kali.

Ketika melakukan latihan tersebut Anda jangan menahan nafas, gunakan otot perut atau bokong.Tidak akan ada yang tahu ketika Anda melakukan latihan tersebut, jadi Anda dapat melakukannya dimanapun dan kapanpun Anda mau. Diharapkan latihan ini menjadi rutinitas harian, minimal tiga kali sehari. Anda dapat melakukan pelvic floor exercise pada posisi tubuh yang berbeda; berbaring, saat duduk, berdiri, maupun berjalan.

Tummy  Muscle Training

latihan ini membantu menguatkan dan membentuk otot perut Anda, menjaga tulang belakang dan menstabilkan postur. Ulangi 10 kali setiap kali latihan dengan frekuensi tiga kali sehari.

Berbaring terlentang dimana lutut Anda menekuk dan kepala datar. Tempatkan angan Anda pada perut di bawah pusat. Tarik nafas melalui hidung, buang nafas melalui mulut. Tahan perut Anda selama 10 detik.

Pelvic Tilt

berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda, kencangkan otot-otot dasar panggul, tahan 3-5 detik dengan nafas normal, kemudian relaksasi.

Leg slides

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda kencangkan otot dasar panggul, kemudian luruskan salah satu kaki secara bergantian dan ulangi.

Single knee fall out

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda dan kencangkan otot dasar panggul. Jaga panggul dan perut pada posisi tersebut, kemudian salah satu kaki pelan-pelan dijatuhkan ke salah satu sisi. Kembalikan lutut ke posisi awal pelan-pelan. Ulangi pada kaki satunya.

Knee bends

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut dan kencangkan otot dasar panggul. Secara perlahan angkat salah satu kaki menopang pada lutut yang menekuk, tahan 10 detik, kemudian secara perlahan kembali ke posisi semula. Ulangi pada kaki yang satunya.

Clam

Berbaring pada salah satu sisi lutut menekuk dan saling bertumpu, tarik perut dan kencangkan otot dasar panggul. Buka lutut saling menjauh namun mata kaki tetap berdempetan tahan selama lima detik, kemudian kembali pada posisi semula. Ulangi pada kaki satunya.

Ingat Anda baru saja selesai operasi dan memerlukan beberapa waktu untuk proses penyembuhan, jadi tingkatkan level aktivitas Anda secara berkala semampu Anda.

Sumber:
NHS. 2016. Exercise and advice following a caesarean birth pdf.

Bladder Training, Cara Mudah dan Murah untuk Mengatasi Kesulitan Mengontrol BAK pada Lansia

Masalah yang sering dijumpai pada lanjut usia adalah inkontinensia urin. Inkontinensia
urin merupakan keluarnya urin yang tidak terkendali dalam waktu yang tidak dikehendaki tanpa
memperhatikan frekuensi dan jumlahnya yang akan menyebabkan masalah sosial dan higienis
penderitanya. Selain masalah sosial dan hieginis inkontinensia urin mempunyai komplikasi yang
cukup serius seperti infeksi saluran kemih, kelainan kulit, gangguan tidur, problem psikososial
seperti depresi, mudah marah dan terisolasi (Setiati, dkk, 2007). Inkontinensia urin merupakan
masalah yang belum terselesaikan pada lanjut usia. Inkontinensia urin pada lanjut usia dapat
menimbulkan masalah baru bagi lanjut usia, oleh karena itu inkontinensia memerlukan
penatalaksanaan tersendiri untuk dapat diatasi (Purnomo, 2008).

Latihan Kandung Kemih (bladder training) pada Lanjut Usia Menurut Setiati, dkk (2007)
dan Maryam, dkk (2008) telah dikenal beberapa terapi dalam penatalaksanaan pasien dengan
inkontinensia urin. Intervensi perilaku akan berhasil jika pasien mempunyai motivasi untuk
sembuh dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar. Secara umum strategi meliputi edukasi
pada pasien atau pengasuh pasien (caregiver). Pasien harus paham terlebih dahulu tentang
intervensi perilaku yang akan dilakukan.

Latihan kandung kemih (bladder training) merupakan terapi nonfarmakologi yang efektif
dibanding terapi yang lainnya. Dengan melakukan latihan kandung kemih yang baik akan
membantu penderita inkontinensia urin dalam jadwal berkemih sehingga menurunkan frekuensi
berkemih. Terapi ini bertujuan memperpanjang interval berkemih yang normal dengan berbagai
teknik distraksi atau teknik relaksasi sehingga frekuensi berkemih dapat berkurang, hanya 6-7
kali per hari atau 3-4 jam sekali. Penderita diinstruksikan untuk berkemih pada interval waktu
tertentu, mula-mula tiap jam, selanjutnya interval berkemih diperpanjang secara bertahap sampai
penderita ingin berkemih setiap 2-3 jam. Akan tetapi, sekali lagi ditekankan bahwa ini hanya
berhasil bila ada motivasi yang kuat dari penderita untuk berlatih menahan keluarnya urin dan
hanya berkemih pada interval waktu tertentu (Syarief, 2008 dalam Prasetyawan, 2011).

Menurut Maryam, dkk (2008) tujuan dari latihan kandung kemih (bladder training)
adalah sebagai berikut ; a) Untuk melatih seseorang mengembalikan kontrol miksi (kemampuan
berkemih) dalam rentang waktu 2-4 jam, b) Agar klien dapat menahan kencing dalam waktu
yang lama, c) Mempertahankan klien tetap dalam kondisi kering, d) Mencegah inkontinensia
urgensi, e) Memberikan rasa nyama. Tujuan akan tercapai jika lanjut usia mempunyai motivasi
untuk melakukan latihan kandung kemih dalam waktu yang telah ditentukan.

Bladder training dapat meningkatkan jumlah yang dapat ditahan oleh kandung kemih dan
dapat mengontrol bila terjadi urgency. Cara memulai latihan kandung kemih adalah segera pergi
ke toilet ketika merasa ingin buang air kecil dan tunggu lima menit sebelum buang air kecil.
Kemungkinan tidak akan mudah saat melakukan untuk pertama kalinya. Pelan-pelan saja untuk
memulainya, tunggu jarak periode antara lima ke sepuluh menit. Jumlahkan menit sampai tiga
puluh menit. Kosongkan kandung kemih ketika kandung kemih terisi penuh. (Setyawati, 2008
dalam Prasetyawan, 2011).

Latihan kadung kemih akan berhasil jika motivasi dari lanjut usia tinggi dan dukungan
dari orang-orang disekitar cukup baik (Syarif, 2008 dalam Prasetyawan, 2011). Menurut Kozier
(1995) dalam Nursalam (2008), metode bladder training meliputi ; 1) anjurkan lanjut usia untuk
buang air kecil pada waktu yang dijadwalkan, karena hal ini akan meningkatkan tonus otot
kandung kemih dan kontrol volunter, 2) interval jadwal berkemih dapat diperpanjang jika lanjut
usia mampu mengontrol berkemihnya, 3) satu setengah jam sebelum miksi dan dua jam sebelum
tidur berikan minum sebanyak 150-200 ml, 4) hindarkan minuman yang mengandung stimulan
seperti teh, kopi, dan minuman berakohol, 5) berikan motivasi kepada lanjut usia dengan
memodifikasi tingkah laku dan libatkan keluarga dalam perawatan lanjut usia. Metode ini akan
berhasil dengan dukungan dan motivasi dari keluarga

Luka Tak Kunjung Sembuh, Waspada Luka Anda Terinfeksi !!!

Tidak sedikit penderita yang menderita luka-luka karena berbagai sebab: trauma, bekas operasi, efek radiasi, terlalu lama berbaring, atau pertumbuhan sel-sel kanker sampai ke luar kulit. Terdapat dua jenis luka menurut waktu penyembuhannya. Ada luka akut yang sembuh sesuai dengan waktu tahapan penyembuhan luka secara normal, dan luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam penyembuhan lukanya.

Luka yang berlangsung selama beberapa minggu atau berbulan-bulan bahkan tahunan. Banyak luka tidak dapat segera sembuh karena kurang perawatan. Semua jaringan nekrotik harus dibuang, infeksi di jaringan sekitar ditangani dengan antibiotik, dan penanganan luka yang memadai pun dilakukan.
Yuk, perhatikan perbedaan bersih atau infeksi berikut ini.

Ciri-ciri luka bersih

  • Kulit di sekitar luka tampak relatif normal
  • Kulit tidak perih jika disentuh dan tidak hangat ataupun bengkak
  • Jika luka tersebut adalah luka akut, otot yang terekspose akan tampak normal. Jika luka tersebut adalah luka yang sudah lama, mungkin dapat dijumpai jaringan granulasi (jaringan merah terang yang berdarah jika diusap) di atas luka.
  • Tidak ada jaringan nekrotik di atas luka.
  • Di atas luka mungkin dijumpai material fibrous (eksudat, lihat di bawah) di atas luka – tapi tidak cair, seperti nanah.

Ciri-ciri luka infeksi

  • Kulit di sekitar luka biasanya berwarna merah dan hangat dan bengkak
  • Pada luka tersebut bisa dijumpai nanah dan jaringan nekrotik.
  • Pada umumnya luka terinfeksi lebih terasa nyeri dibanding luka yang bersih.

Sangatlah penting untuk membedakan luka bersih dengan luka yang terinfeksi karna akan mempengaruhi terhadap perawatan dan pengobatannya.

Hubungi Spesialis Luka

Mikroorganisme ataupun bakteri jika sudah menginfeksi luka sangatlah berbahaya. Jaringan akan rusak, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh serta menghambat proses penyembuhan luka. Segera anda menghubungi spesialis luka jika luka anda mengalami lemas seluruh tubuh, demam tak kunjung mereda ataupun terdapat cairan berwarna kuning ataupun hijau merembes dari luka.

Home Care Perawatan Luka di Rumah

Untuk menghindari luka dari infeksi maka harus dirawat dengan cara yang baik dan benar. Jika anda memiliki luka dan khawatir tidak bisa merawatnya dengan benar, maka jangan khawatir, www.icareindonesia.com solusinya. Disini anda akan mendapatkan perawatan luka terbaik dari tenaga perawat luka yang profesional. Lebih hebatnya lagi, anda bisa akses langsung perawatan luka ini dari rumah anda dan perawatan luka terbaik akan datang langsung ke rumah anda. Lebih simple dan efisien bukan?

Empat Cara Ampuh Agar Penderita Diabetes Tidak Mengalami Luka

Luka ataupun ulkus pada penderita diabetes memang menjadi perhatian utama pada penderita diabetes. Pasalnya, turunnya aliran oksigen, nutrusi dan penuruanan fungsi persyarafan membuat luka diabetes ini kian lama proses penyembuhannya. Alih-alih sembuh, bisa saja terjadi infeksi serius yang berujung amputasi atau bahkan kematian penderitanya.

Pasien penderita diabetes sangatlah rentan mengalami luka serius dimana dapat berawal dari luka tak kasat mata seperti goresan, terbentur benda, terjatuh ataupun akibat gigitan nyamuk yang digaruk. Komplikasi luka diabetes ini dapat diperkirakan hingga 50% penderita diabetes. Perlu anda ketahui juga bahwa European Journal of Vascular & Endovascular Surgery menjelaskan bahwa lebih dari 85% penderita diabetes mengalami luka baik yang ringan (ulkus) ataupun berat (gangren).

Data di Ruang Perawatan Penyakit Dalam RS Ciptomangunkusumo tahun 2007 menunjukan, dari 111 pasien diabetes yang dirawat dengan masalah kaki diabetik, angka amputasi mencapai 35%, terdiri atas 30% amputasi mayor dan 70% amputasi minor. Jumlah angka kematian akibat amputasi tersebut sekitar 15%. Sayangnya, data 2010-2011 justru memperlihatkan peningkatan angka amputasi menjadi 54%. Sebagian besar merupakan amputasi minor, yakni bagian bawah pergelangan kaki sebanyak 64,7%, dan  amputasi mayor sejumlah 35,3%.

Berikut ini merupakan 4 cara yang dapat diparktekkan agar penderita diabetes agar tidak berujung pada ulkus, gangren ataupun amputasi.

Update Informasi dan Kondisi

Anda dianjurkan untuk selalu memantau terkait kondisi diabetes anda. Pemantauan dapat dilakukan dengan pemeriksaan gula darah berkala, memeriksa kondisi kaki, menggunakan alas kaki yang tidak terlalu sempit, ataupun memeriksa terjadinya luka sekecil apapun. Selain itu, anda juga update informasi terkini seputar pencegahan ulkus diabetes seperti senam kaki diabetes, spa kaki diabetes, pengaturan pola makan, dan olahraga.

Perawatan Kuku dan Kulit

Mengingat penderita diabetes mengalami penurunan di fungsi persyarafan, bagian tubuh khususnya kulit sering mengalami kering dan penurunan elastisitas kulit. Tak jarang, penurunan elastisitas ini membentuk kalus yang dapat membentuk luka jika tidak ditangani. Selain perawatan kulit, kuku juga perlu di rawat dengan baik. Apabila kuku tidak diperhatikan dan dirawat, akan memicu bakteri dan jamur mengendap di area sekitar kuku. Jika kuku masuk ke dalam jaringan atau tertusuk ke dalam, niscaya hal ini akan menjadi awal terjadinya ulkus. Maka dari itu penting dilaksanakannya perawatan kuku semisal SPA Kaki diabetes

Menggunakan Alas Kaki

Alas kaki termasuk salah satu cara mencegah terjadinya luka pada pasien diabetes. Luka kecil di kaki seringkali tidak dapat dirasakan penderita dengan baik akibat menurunnya fungsi syaraf di sekitar kaki. Penderita seringkali tak sadar jika kakinya telah terluka, menginjak benda tajam, lecet dll. Sebagian sadar saat luka kian membesar dan tak kunjung sembuh.

Melakukan Perawatan Luka

Jika luka telah terjadi, tiada lain selain perawatan luka oleh spesialis luka yang anda butuhkan. Seringkali jika dirawat sendiri di rumah dan tidak yakin, luka dabetes akan sulit bahkan gagal untuk disembuhkan. Penyebab kegagalan diantaranya komplikasi ke area tulang, perubahan susunan tulang, menurunnya peredaran darah pada luka serta infeksi yang sangat sulit ditangani. Untuk itu, penting sekali dalam mengkonsultasikan luka anda ke spesialis luka.

Sumber  :

Anonymous. 2018. Four Keys to Preventing Diabetic Foot Ulcers. Advance Tissue

Anonymous. 2011. Neuropati Diabetik Menyerang Lebih Dari 50% Penderita Diabetes. Jakarta : PD PERSI

Brownring et all. 2013. Evidence-based Management of PAD & the Diabetic Foot. Europe: European Society for Vascular Surgery