Hijrah yang Sebenarnya

Hari ini, 14 abad yang lalu, Rasulullah bersama para sahabatnya, berjuang dan berkorban demi mempertahankan risalah Islam. Siang hari yang sangat panas atau di malam hari yang sangat gelap, mereka berjalan kaki, turun naik gunung yang berbatu-batu, melewati padang Sahara yang gersang dengan perbekalan seadanya. Semua penderitan itu dilakukan demi tegaknya Islam. Hijrah Rasulullah adalah langkah strategis untuk membangun basis kekuatan baru, dimana di Mekkah mereka justru mendapatkan berbagai perlakuan buruk dari kaum Quraisy.

.
Di Madinah, terjalinlah ukhuwah diantara kaum Anshar dan Muhajirin. Rasulullah mempersaudarakan mereka di jalan Allah. Teringat oleh kita, sahabat Abdurrahman bin Auf, yang dipersaudarakan dengan Sa’ad bin al Rabi’. Saat itu Abdurrahman bin Auf tidak punya harta sedikitpun, ia tinggalkan seluruh kekayaannya untuk hijrah ke Madinah. Seketika Sa’ad dengan penuh keikhalasan menawarkan kepada Abdurrahman bin Auf untuk mengambil separuh dari kekayaannya dan salah seorang dari kedua istrinya. Hijrahnya Rasululah beserta sahabat telah membangun ukhuwah sesama kaum mukminin melebihi hubungan nasab dan darah.
.
Namun, Hijrah itu gak harus berpindah tempat, karena hijrah yang sebenarnya berarti mendekatkan diri kepada Allah, meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran. Kecuali jika tempat membuat kita sulit beribadah, maka pindahlah. Hijrah itu pasti ada tantangannya. Seperti Abdurrahman bin Auf yang harus meninggalkan kekayaannya, yang awalnya orang paling kaya di Mekkah, menjadi fakir. Namun, bagi orang yang sudah hijrah, ketenangan itu lebih penting daripada materi. Jika saat ini kita diberi dua kondiri, kerja lalu mendapat gaji 1 Miliyar tetapi susah sholat atau mendapat gaji 1 juta tetapi bisa sholat kapanpun, mana yang akan kita pilih?
.
Kita diperintahkan untuk senantiasa belajar dari masa lalu, terutama dari sejarah Rasulullah dan para sahabatnya. Lalu apa yang dapat kita ambil dari sejarah yang terus di ingat ini? Apa kita hanya akan melewatkan momen ini tanpa ada makna yang merasuk ke hati? Apa tahun baru ini hanya akan dilewatkan tanpa ada resolusi dari diri kita?
.
Semoga tahun baru ini bisa menanamkan semangat baru untuk memulai tahun dengan iman yang lebih kuat terhadap kebenaran ajaran Islam dan ahlak mulia Rasulullah. Semoga di tahun ini kita bisa benar-benar Hijrah, mengikuti jejak perjuangan Rasululah dan para sahabat yang mendahulukan kepentingan akhirat dan ketenangan hati daripada kepentingan dunia.
.
Semoga spirit Hijrah ini dibawa ke dalam segala aspek kehidupan kita sehingga kita bisa “pindah” dari masa lalu yang kurang baik, penuh maksiat ke hari esok yang penuh dengan ketaatan kepada Allah. Menjadikan setiap kegiatan kita bernilai ibadah kepada Allah. Sehingga makna Hijrah selalu hidup dalam diri kita, karena kita mentransformasikan maknanya kedalam perilaku sehari-hari. Sehingga peristiwa Hijrah yang pernah dilakukan Rasulullah itu, tidak semata kejadian biasa, melainkan menjadi konsep hidup yang senantiasa kita renungkan maknanya dan diamalkan dalam kehidupan kita.

Selamat Tahun Baru 1440 H

Leave a Comment