Kenapa Harus Melahirkan Sesar?

Teman Sehat pasti udah tau apa itu melahirkan sesar, kan? Yup! Operasi yang memiliki nama ilmiah caesarean section ini merupakan prosedur untuk mengeluarkan bayi tanpa melalui vagina dengan cara membedah perut dan rahim ibu. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obsgin) atau yang biasa disebut dokter kandungan.

Saat ini, banyak sekali permintaan untuk melakukan operasi sesar dengan berbagai alasan, mulai dari ingin mengatur tanggal kelahiran (banyak kan yang ingin bayinya lahir pada tanggal cantik), karena si ibu enggan merasakan sakit saat melahirkan, sampai karena ingin mengikuti tren.

Tapi apakah Teman Sehat tau, sebenarnya untuk melakukan operasi sesar ada indikasinya loh! Nah, sekarang kira-kira apa aja yang menentukan seorang ibu memerlukan operasi sesar? Yuk simak beberapa alasan medis berikut!

Pertama, posisi janin yang ngga tepat. Misalnya ketika menjelang kelahiran, bayi berputar sehingga bokong dan kaki akan keluar terlebih dahulu. Di Indonesia, dikenal sebagai bayi letak sungsang.

Kedua, ketika jalan lahir ibu ngga cukup. Seringkali kepala bayi lebih besar daripada jalur lahirnya, atau panggul ibu memang terlalu kecil dari ukuran normal.

Ketiga, pernah menjalani operasi sesar sebelumnya. Karena wanita yang pernah disesar akan sangat riskan jika berikutnya melahirkan lewat vagina (biasa disebut VBAC atau vaginal birth after caesarean-section).

melahirkan-normal

Itulah tiga alasan medis mengapa seorang wanita harus menjalani operasi sesar. Tapi…(ada tapinya nih!), ternyata kondisi medis tersebut hanya sebagian alasan yang menyebabkan pengambilan keputusan operasi sesar itu sendiri. Ada alasan lain, seperti misalnya karena permintaan keluarga atau budaya di rumah sakit tempat ibu akan melahirkan.

Menurut Dr. Neel Shah dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Amerika Serikat, ternyata rumah sakit sering memutuskan untuk melakukan operasi sesar bukan karena indikasi medis, tapi karena kelahiran normal membutuhkan waktu yang panjang dan sumber daya yang ngga sedikit. Dalam bahasa mudahnya, seringkali rumah sakit ngga mau ambil ribet, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan operasi sesar.

Nah, bagi Teman Sehat yang kelak ingin melahirkan normal, ada saran nih dari dokter Hope Ricciotti dan dokter Hye-Chun Hur yang merupakan Editor di Harvard Women’s Health Watch. Jika Teman Sehat merasa sehat dengan kehamilan risiko rendah, ada baiknya untuk tepat memilih dokter dengan melihat di mana mereka akan membantu kamu melahirkan. Apakah di rumah sakit yang rasio operasi sesarnya tinggi atau rendah (19% adalah angka optimal).

Teman Sehat juga harus benar-benar menyiapkan diri jika memilih ingin melahirkan normal. Karena bisa aja dokter di tengah proses persalinan memutuskan untuk melakukan operasi sesar karena melihat indikasi persalinan ngga lancar. Nah, hal seperti ini biasanya akan membuat seorang perempuan yang berkeinginan kuat untuk merasakan pengalaman melahirkan normal kecewa.

Belum lagi kalau kita membicarakan sisi negatif dari operasi sesar, seperti penyembuhan luka yang memerlukan waktu lebih lama, persalinan berikutnya yang harus operasi sesar lagi, dan sebagainya. Meskipun, kita juga perlu mengingat bahwa operasi sesar adalah cara teraman buat melahirkan.

Jadi, sebelum memilih melahirkan sesar atau normal, benar-benar pertimbangkan dengan baik ya, Teman Sehat!

Leave a Comment