Ini Pilihan KB yang Aman di Masa Menyusui

APA JENIS KONTRASEPSI YANG AMAN UNTUK MENYUSUI?

Itulah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh ibu-ibu pasca bersalin. Di satu pihak ada anggapan bahwa menyusui adalah salah satu bentuk KB (baca : pencegahan kehamilan) alami. Namun di lain pihak tidak sedikit yang mengalami kehamilan padahal saat itu masih dalam masa menyusui. Bahkan, ada beberapa ibu yang hamil tanpa pernah haid dikarenakan sedang menyusui .

Di saat asyik dengan kegiatan menyusui bayi, tidak terlalu memperhatikan siklus haid. Tiba-tiba badan terasa kurang nyaman, agak kliyengan dan mual di pagi hari. Iseng-iseng test pack. Ternyata positif! Nah…kapan haidnya kok tiba-tiba hamil?

Atau yang agak ekstrim, karena sibuk dengan pengasuhan bayi yang sedang dalam proses pengenalan MPASI, tiba-tiba terasa ada yang bergerak di perut bawah. Pergilah si ibu ke dokter kandungan … di layar USG tampak janin usia 20 minggu sedang melompat-lompat gembira!

Mungkin di antara yang membaca tulisan ini ada yang pernah mengalaminya….

Jadi – kembali ke laptop – alat atau metode kontrasepsi apa yang bisa diterapkan di masa menyusui?

Pertama kali pahami prinsip alat atau metode kontrasepsi yang ideal, yakni :

Efektif dalam mencegah kehamilan
Praktis dalam penggunaan
Efek samping minimal
Cepat mengembalikan kesuburan
Untuk masa menyusui, keempat syarat tersebut ditambah satu syarat lagi yang paling penting yaitu : tidak mengurangi produksi ASI.

Apa saja jenis kontrasepsi yang memenuhi kelima syarat tersebut

Ada dua golongan besar, yaitu :

Metode Sederhana
Metode Efektif
Metode sederhana artinya, tidak atau minimal menggunakan alat. Dengan sendirinya efek samping akan minimal juga, bahkan tidak berefek samping. Namun kekurangannya, metode ini kurang efektif, alias tingkat kegagalan tinggi. Bisa di atas 5%. Yang dimaksud dengan gagal adalah, sudah menerapkan metode tersebut namun masih hamil juga…

Selain itu, perlu disiplin dan kerjasama yang baik antar suami istri, siklus haid harus teratur atau perlu pengetahuan yang cukup tentang siklus haid.

Beberapa cara yang termasuk metode sederhana adalah :

Sanggama Terputus (= Koitus Interuptus = ‘Azl)
Metode Kalender (Pantang Berkala) , yaitu tidak berhubungan intim di masa subur
Kondom (pria maupun wanita)
Kombinasi dari keempat cara tersebut

Kalau mau lebih efektif, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi. Kelebihannya adalah tingkat kegagalan kurang dari 1%. Sangat rendah. Namun perlu diingat ya, tidak ada metode yang tingkat kegagalannya nol persen. Seefektif apa pun caranya atau semahal apa pun alatnya pasti masih ada yang namanya kegagalan alias hamil meskipun sedang menggunakan alat/metode kontrasepsi. Di sinilah keterbatasan kita sebagai manusia yang hanya bisa berusaha. Allah lah Sang Pembuat Keputusan.

Kontrasepsi efektif terbagi menjadi dua golongan besar yakni dengan hormon dan tanpa hormon.

Hormonal
Suntik 3 bulanan
Suntik 1 bulan
Susuk (implant)
Pil KB Menyusui
Pil KB Kombinasi (PKK)
Non Hormonal
AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
Untuk ibu menyusui, jenis kontrasepsi yang bisa dipilih adalah

Metode Amenore Laktasi
Seluruh metode sederhana
Suntik 3 bulanan
Susuk (implant)
Pil KB Menyusui
AKDR

Kapan mulai menggunakan kontrasepsi ?

Ada kesalahan persepsi yang banyak membuat kegagalan program ini. Yaitu anggapan bahwa “kalau mau pakai kontrasepsi” harus menunggu haid dulu. Atau bisa juga dikatakan begini, “IUD harusnya dipasang saat haid. Jadi kalau belum juga haid sesudah selesai nifas maka harus ditunggu sampai datang haidnya”.

Yang betul, alat kontrasepsi bisa mulai digunakan sejak 40 hari pasca melahirkan. Bahkan untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan susuk (implant) bisa langsung segera setelah melahirkan, baik persalinan normal maupun persalinan sesar.

Bila ingin menunda, pastikan bahwa persyaratan untuk Metode Amenore Laktasi (MAL) telah terpenuhi dengan baik. Yaitu : ibu memberikan ASI Eksklusif, ibu belum haid (sesudah selesainya nifas), dan usia anak maksimal 6 bulan. Bila salah satu syarat sudah tidak terpenuhi lagi maka MAL tidak dapat diterapkan atau diandalkan sebagai kontrasepsi alami.

Bila MAL sudah tidak bisa diterapkan namun masih ragu menggunakan salah satu dari alat kontrasepsi maka terapkan metode kontrasepsi sederhana.

Leave a Comment