Ingin Lebih Sehat? Yuk, Coba Pangan Fungsional

Let food be thy medicine and medicine be thy food.” – Hippocrates

Pernah baca atau dengar kutipan di atas, Teman Sehat? Kutipan ini berasal dari 2000 tahun yang lalu sebagai sebuah pengingat bagi kita bahwa pangan sangat berkaitan dengan kesehatan. Ngomong-ngomong soal pangan dan kesehatan, saat ini sedang tren adanya pangan fungsional loh. Kamu pernah dengar?

Apa sih pangan fungsional itu? Menurut para peneliti seperti Muchtadi (2012) dalam bukunya “Pangan Fungsional dan Senyawa Bioaktif”, pangan fungsional merupakan pangan yang mengandung senyawa aktif secara fisiologis (senyawa bioaktif), dan digunakan untuk pencegahan/penyembuhan terhadap penyakit atau mencapai kesehatan tubuh yang optimal.

Muchtadi juga menambahkan bahwa pangan fungsional harus memiliki 3 fungsi dasar, yaitu: (1) sensory (warna dan penampilannya menarik, serta cita rasa yang enak), (2) nutritional (bernilai gizi tinggi), (3) physiological (memberikan pengaruh fisiologis menguntungkan bagi tubuh). Referensi lainnya tentang pangan fungsional menjelaskan setidaknya terdapat minimal 1 dari 3 main konsep yang utama ada di pangan fungsional, yaitu, fungsi zat gizi, manfaat kesehatan, dan teknologi proses.

Bigliardi dalam studinya pada tahun 2013 mengategorikan tipe-tipe pangan fungsional, dengan tujuan, beserta contoh pangan fungsional yang tersedia di pasaran. Check it out!

1. Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek kesehatan. Mikroorganisme tersebut jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Konsumsi probiotik dapat membantu menjaga kesehatan seperti saluran pencernaan, kekebalan tubuh, dan pencegahan kanker kolon (usus besar). Contoh probiotik adalah bakteri asam laktat dan bifidobakteria.

2. Prebiotik

Prebiotik berbeda dengan probiotik ya, Teman Sehat. Secara gampang, prebiotik adalah bahan yang tidak mudah dicerna usus, fungsinya sebagai ‘makanan’ dan ‘suplemen’ buat pertumbuhan dan perkembangan probiotik. Prebiotik secara langsung memengaruhi pertumbuhan atau aktivitas bakteri di usus besar. Konsumsi prebiotik bisa merangsang pertumbuhan atau aktivitas bakteri di usus besar. Contoh prebiotik adalah frukto-oligosakarida (FOS), inulin, isomaltooligosakarida (IMO), polidekstrosa, laktulosa, dan pati resisten.

3. Minuman fungsional

Minuman fungsional adalah minuman non alkohol dan ditambah dengan vitamin A, C, dan E atau bahan fungsional lainnya. Konsumsi minuman fungsional bisa menurunkan kadar kolesterol, menstimulasi fungsi antioksidan, dan menghindari penghambatan pertumbuhan dan deformasi tulang. Contohnya minuman penurun kolesterol, minuman untuk kesehatan mata, dan minuman untuk kesehatan tulang.

4. Sereal fungsional

Sereal fungsional adalah sereal mengandung serat pangan, seperi beta glukan dan arabinoxylan, oligosakarida, seperti fruktooligosakarida dan pati resisten. Konsumsi sereal fungsional dapat membantu pertumbuhan probiotik, sumber karbohidrat yang tidak dapat dicerna, dan menstimulasi pertumbuhan lactobacili dan bifidobacteria di usus besar. Contoh: oat, barley, gandum hitam.

5. Daging fungsional

Daging fungsional adalah daging dengan penambahan bahan yang bermanfaat untuk kesehatan atau daging yang telah dihilangkan/dikurangi komponen yang dianggap berbahaya. Konsumsi daging fungsional dapat memodifikasi profil asam lemak atau penambahan antioksidan, serat pangan, dan probiotik. Misalnya, daging yang dikontrol komposisi bahan baku dan proses bahan pengolahannya.

6. Telur fungsional

Telur fungsional adalah telur dengan peningkatan kandungan asam lemak omega 3. Konsumsi telur fungsional dapat mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan mengontrol tekanan darah. Contoh: telur yang diperkaya dengan asam lemak omega 3 dan juga antioksidan serta vitamin lain.

Berminat coba sobat sehat?

Leave a Comment