3 Fakta Tersembunyi dari Jeruk Nipis

Kamu pernah ngebayangin ngga, gimana sih cara membuat keju? Ternyata, ada jeruk nipis yang berperan dalam pembuatan keju. Keju terbentuk dari susu yang ditambah air jeruk nipis dan enzim protease.

Tapi biasanya, jeruk nipis belum banyak dimanfaatkan kecuali hanya sebagai penghilang bau amis pada makanan laut serta penambah rasa asam pada makanan tradisional, seperti soto, dan gado-gado. Sayang banget, padahal Indonesia adalah produsen jeruk nipis, sehingga seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.

Nah, ada apa aja sih fakta tersembunyi dari jeruk nipis? Check it out!

1. Pengasam alami dalam produk pangan

Sebagian besar masyarakat pasti menginginkan makanan yang ngga cuma punya komposisi gizi yang lengkap, tetapi juga punya penampakan dan cita rasa yang menarik. Untuk menghasilkan makanan yang menarik dan lezat, serta tahan lama, dibutuhkan penambahan bahan tambahan pangan (BTP), seperti pewarna, pemanis dan pengawet. BTP identik dengan bahan kimia sintetik yang berbahaya, tetapi ada juga loh BTP yang alami, salah satunya jeruk nipis.

Jeruk nipis bisa digunakan sebagai pengasam alami karena mengandung asam sitrat 6.15%, asam laktat 0.09% serta sejumlah kecil asam tartarat. Ngga cuma sebagai penabah rasa asam dalam makanan tradisional, menurut penelitian Purwadi, jeruk nipis bisa digunakan dalam pembuatan keju Mozzarella. Pada pembuatan keju, jeruk nipis berperan dalam meningkatkan keasaman susu sehingga terbentuk padatan keju setelah susu ditambahkan jeruk nipis dan enzim protease. Kualitas keju dengan pengasam jeruk nipis ternyata ngga berbeda dengan keju yang dibuat dengan pengasam sintetik. Oleh karena itu, jeruk nipis bisa dijadikan pengasam alami pengganti pengasam sintetik tanpa mengubah kualitas suatu produk pangan. Jeruk nipis sebagai pengasam alami memiliki keunggulan dibandingkan dengan pengasam sintetik, yaitu mudah didapatkan karena tersedia di alam serta aman digunakan.

2. Memiliki senyawa-senyawa antimikroba

Aktivitas antibakteri dari buah jeruk nipis disebabkan oleh kandungan sejumlah asam organik seperti asam sitrat yang merupakan komponen utama, kemudian asam malat, asam laktat dan asam tartarat. Menurut penelitian Berlian, asam-asam tersebut akan meningkatkan keasaman makanan sehingga mikroba ngga bisa tumbuh. Selain itu, minyak atsiri dalam jeruk nipis, diantaranya fenol, saponin, dan flavonoid yang bersifat bakterisidal (bisa menghambat pertumbuhan mikroba), seperti Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Senyawa-senyawa tersebut mengakibatkan sel mikroba rusak dan akhirnya mati. Rendahnya jumlah mikroba dalam makanan membuatnya lebih awet tanpa harus ditambahkan pengawet sintetik. Senyawa antimikroba dalam jeruk nipis juga bisa mencegah infeksi mikroba ke dalam tubuh, seperti diare.

3. Memberikan efek antioksidan dalam tubuh

Jeruk nipis merupakan salah satu buah yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena mengandung vitamin C dan senyawa fenolik, serta flavonoid dan saponin. Dalam makanan, senyawa-senyawa tersebut dapat berperan sebagai pengawet karena mencegah oksidasi dan timbulnya bau ngga sedap. Di dalam tubuh, antioksidan berperan menangkap radikal bebas agar ngga merusak sel-sel tubuh.

Jeruk nipis istimewa karena punya manfaat lain yang ngga dimiliki pengasam sintetik, yaitu memberikan efek antimikroba dan antioksidan di dalam tubuh. Nah, itulah 3 fakta tersembunyi dari jeruk nipis. Cool banget kan!

Leave a Comment