2 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Keamanan Pangan di Indonesia

Masih segar dalam memori kita mengenai berita tentang infeksi Listeriosis oleh bakteri Listeria yang ramai diperbincangkan baik di media cetak, gambar, maupun daring. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pun dengan serius menangani pencegahan keracunan maupun dampak lain dari bakteri Listeria yang awalnya ditemukan pada buah melon di Australia.

Saat ini, masyarakat diresahkan dengan temuan cacing pada ikan kalengan. Ngga tanggung-tanggung, berbagai produk ikan kalengan terdeteksi mengandung cacing dan sudah ditarik dari pasaran. Sebenernya, gimana sih mengenai pengaturan keamanan pangan di Indonesia?

Pengaturan mengenai kemanan pangan merupakan tugas pokok dari Kementrian Kesehatan karena tersedianya pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi merupakan prasyarat utama yang harus terpenuhi.

Nah, apa aja regulasi atau pengaturan keamanan pangan yang terdapat di Indonesia? Yuk, simak penjelasan berikut!

1. Mengenai keamanan pangan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18/2012 tentang pangan, bahwa keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, sehingga aman untuk dikonsumsi.

 

Nah, dari regulasi ini bisa kita ketahui bersama, bahwa keamanan pangan dalam setiap perusahaan atau industri merupakan hal yang harus diperhatikan untuk menjamin produk yang dihasilkan aman dikonsumsi oleh konsumen. Jadi, sebagai konsumen, Teman Sehat berhak mendapatkan produk pangan yang aman dan bebas dari segala kontaminasi. Bila produsen/industri pangan terbukti melakukan pelanggaran, maka Teman Sehat dapat melakukan komplain hingga menempuh jalur hukum.

So, be a smart konsumen ya! Jika Teman Sehat menemukan produk pangan yang diindikasi membahayakan kesehatan, Teman Sehat berhak melaporkan temuan tersebut pada pihak berwenang.

2. Sanitasi pangan

Sanitasi pangan adalah upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi pangan yang sehat dan higienis yang bebas dari bahaya cemaran biologis, kimia, dan benda lain.

 

Jadi, setiap orang yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi, maupun dari perseorangan sehingga keamanan pangan terjamin. Maka, bagi para penjamah makanan, yakni sebutan bagi orang- orang yang bekerja pada bidang pengolahan makanan, harus menjalani pemeriksaan berkala terkait kesehatan dan risiko pencemaran pangan yang bisa ditimbulkan orang tersebut.

Intinya, setiap orang yang bekerja di bidang pengolahan makanan harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat kerja, sehingga terbebas dari penyakit menular yang dapat mencemari pangan yang diolah.

Itulah 2 hal penting terkait keamanan pangan yang perlu Teman Sehat ketahui. Semoga kasus cemaran bakteri listeria lewat buah, cacing pada ikan kalengan, dan kasus-kasus cemaran pangan lainnya ngga lagi menghantui masyarakat. Yuk, lebih pro-aktif dalam mengawal tersedianya pangan sehat dan bergizi bagi maskarakat!

Leave a Comment