Bersama Anis-Fahri, Gelora Indonesia

 

Setelah Pemilu 2019, sebetulnya ada beberapa parpol baru yang muncul dan sudah mendaftar ke Menkumham. Seperti yang sudah-sudah, tak banyak yang tahu, siapa dan bagaimana parpol itu? Apakah bisa ikut Pemilu 2024 atau tidak ke depan? Bakal eksis atau tidak?

 

Satu parpol baru yang agak jelas dan menonjol adalah Partai Gelombang Rakyat Indonesia, disingkat Gelora Indonesia. Berdiri bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sumpah Pemuda yang ke-91 tahun, yakni Senin, 28 Oktober 2019.

 

Pendirinya dua tokoh yang cukup populer, yakni Anis Matta dan Fahri Hamzah. Di beberapa kelompok masyarakat, bahkan kedua tokoh ini sangat populer. Artinya, bukan orang baru di jagat perpolitikan Indonesia, terutama setelah reformasi 1998. Sepak terjang dan pikiran-pikiran keduanya, mudah ditemukan.

 

Anis Matta terkenal dengan idenya, Gelombang Ketiga. Sebuah episode sejarah Indonesia menuju demokrasi substansial di satu pihak, kesejahteraan dan kemajuan yang hakiki, di pihak lain. Itulah yang diistilahkannya, Arah Baru Indonesia menuju Lima Besar Kekuatan Dunia. Sebuah ide besar yang menarik dan solid, serta layak dipelajari.

 

Fahri Hamzah adalah seorang aktivis yang terkenal dengan ide-ide percepatan masa transisi menuju demokrasi. Menurutnya, transisi demokrasi Indonesia setelah reformasi 1998, terlalu berlama-lama atau bertele-tele dalam urusan yang tak perlu. Malah, ada kecenderungan seperti sengaja dibuat begitu.

 

Makanya, ia hanya butuh waktu 5 tahun untuk tak yakin lagi KPK, bisa melakukan percepatan masa transisi menuju demokrasi. Setelah itu, ia memilih mengkritisi, di saat orang banyak yang memuji. Ia melawan arus besar sendirian dan baru diyakini banyak orang setelah 12 tahun, bahkan oleh Presiden sekalipun. Bahwa cara-cara KPK, banyak yang harus diperbaiki, karena kontraproduktif.

 

Perpaduan antara ide besar dan aktivis atau seorang eksekutor yang handal, kiranya cukup lengkap bagi parpol baru, Gelora Indonesia. Arus besar saja bisa dihadangnya, apalagi sekadar berselancar di tengah gelombang besar zaman yang memang menghendaki perubahan yang besar. Kontribusinya bagi negara-bangsa layak ditunggu dan disambut baik.

Leave a Comment