ber Proses

“Aku ingin menjadi lebih baik (lagi)”. Baik sebagai anak, istri, ataupun seorang ibu. Dan aku berharap engkau selalu membimbing ku selama proses menjadi ini. Harap ku pada manusia yang kini ku sapa dia dengan sebutan “suami”.

Muluk muluk akan dunia seisinya, sudah pernah ku merasakannya. Dambaan akan surga namun pada akhirnya selama proses neraka lah yang telah ku lalui. Tidak menyukai, tidak mengikhlaskan dan jauh dari kata sabar. Namun tetap aku berproses padanya kebaikan, meski tidak selamanya ku jalani seratus persen karena Dia.

Proses ini akan ku ulang (lagi), namun dengan pondasi awal niat yang tak beralasan, berlandaskan keikhalasan, dan bertujuan untuk kebaikan dan juga perbaikan.

Bukan tanpa sebab semua keputusan, namun bersebab ia makanya jadi sebuah kebaikan. “Jika tidak menyukai, mengapa mencintai. Jika tidak mengingini, kenapa ditekuni”.

Alasan (kecil) membuat proses itu menjadi dua arah. Baik atau buruk nya tergantung kita dalam mengarahkannya. Dan aku pun tak ingin sisa kehidupan ini sia-sia, menjalani apa yang tidak ku suka, dengan arah yang tentu tujuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *