Ayah yang Durhaka

Benar memang, istilah orang tua durhaka selalu hanya disematkan kepada ibu, ibu yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap baik buruknya seorang anak, ibu pula yang selalu disalahkan ketika terjadi sesuatu dengan anak, hanya karena ibu yang banyak membersamai anaknya,

Padahal, Islam juga mengenal ayah durhaka, istilah terminologi yang disampaikan Umar bin Kahttab ini ketika beliau didatangi oleh seorang ayah dan anak, syeikh Abdullah Nashih Ulwan mengisahkan nya,

Datang seorang laki-laki dan seorang anaknya kepada Umar bin Khattab, dia datang mengadukan kebandelan anaknya:

“Wahai Amirul Mukminin, anak saya ini nakal sekali, berilah ia peringatan atau pukul dia sebagai pelajaran”, maka Umar pun langsung memarahi anak tersebut,

Maka, berkata anak tersebut, “Wahai Amirul Mukminin, wahai Umar bin Khattab, adakah hak anak terhadap orang tuanya?”

Umar menjawab; “Ada..” “lalu adakah hak ayah kepada anaknya?” anak itu melanjutkan

Maka dijawab “1. Kamu berhak mendapatkan ibu yang baik, 2. Kamu berhak mendapatkan nama yang baik, 3. Kamu berhak mendapatkan pengajaran al kitab yakni Al-Qur’an”

Maka anak itupun berkata: “ya Amirul Mukminin, sesungguhnya tak satupun dari yang tiga engkau sebutkan tadi dilakukan oleh bapakku”,

“Ibu saya seorang Negro dan agamanya Majusi, dan saya dikasih nama Ju’lan yg artinya Curut/Kecoa, dan saya tidak diajarkan satu huruf pun dari Al-Qur’an”,

Maka umar langsung menoleh kepada si bapaknya, dan mengatakan; “Kamu datang untuk mengadukan kebandelan anakmu, tapi kamu sudah durhaka kepada anakmu sebelum anakmu mendurhakaimu. Dan kamu sudah merugikan anakmu, sebelum anakmu merugikanmu.”

Maka inilah yang disebut sebagai ayah durhaka, anak yang bandel ternyata dibaliknya ada sosok ayah durhaka sebelum anak itu lahir ke dunia, ia salah dalam memilihkan ibu. Ketika anaknya lahir ia memilihkan nama yang buruk dan tak mengajarinya Al-Qur’an ketika ia baligh,

Walaupun ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya, tp jangan lupa ayah adalah kepala sekolahnya, ayah lah yang menentukan visi misi keluarga, mau dibawa kemana arah keluarganya, ke syurga atau ke neraka?

Ibu yang membesarkan fisiknya, tp ayah yang mengarahkan cara berfikirnya. Tugas ayah tak hanya mencari nafkah tapi membentuk keluarganya dan menyelamatkannya dari siksa apa neraka.

Like father, like son …Yuuk jadi ayah amanah …

==============================

Sebagai catatan, dalam ilmu parenting jangan posisikan kita sebagai seorang anak, tapi posisikan kita sebagai ayah atau calon ayah, kenapa, karena kalau kita memposisikan sebagai anak, khawatir kita akan langsung berfikir kalau ternyata selama ini bapak saya jahat/durhaka,

Justru seharusnya ilmu parenting itu dipakai untuk evaluasi diri sendiri tanpa menyalahkan siapapun.

Tinggalkan komentar